
Direktur Jenderal (Dirjen) Sumber Daya, Ilmu Pengetahuan Teknologi
(Iptek) dan Pendidikan Tinggi (Dikti), Ali Ghufron Mukti mengungkapkan,
pendaftar Sarjana Mengajar di daerah Terpencil, Terluar dan Tertinggal
(SM-3T) mengalami peningkatan dari waktu ke waktu. Menurutnya, pendaftar
SM-3T di tahun ini berjumlah 18 ribuan.
“Jumlah pendaftar
meningkat dibandingkan 2011,” ungkap Ghufron. Ia menerangkan, jumlahnya
jauh berbeda daripada saat SM-3T pertama kali dliluncurkan. Ghufron
mengungkapkan, 12 ribuan sarjana mendaftar pada SM-3T 2011 lalu.
Untuk
tahun ini, Ghufron juga menjelaskan, sebanyak 3.140 sarjana akan
dikirimkan ke daerah-daerah Terpencil, Terluar dan Tertinggal (3T).
Menurutnya, angka tersebut berasal dari 16 Lembaga Pendidik dan Tenaga
Kependidikan (LPTK) se-Indonesia. Dengan jumlah Program Studi (Prodi),
kata dia, yakni berkisar 168 prodi.
Ghufron menegaskan, 3.140
sarjana pendidikan itu siap diberangkatan pada hari ini, Selasa, (18/8).
Menurut dia, mereka akan ditempatka di 54 Kabupaten dari Aceh hingga
Papua.
Terkait para sarjana ini, Ghufron berpendapat, mereka
merupakan para pilihan yang lolos seleksi. Mereka, kata dia, kelak akan
dikirim dan mengajar di daerah 3T selama satu tahun.
Selanjutnya,
kata dia, mereka akan melakukan Pendidikan Profesi Guru (PPG) di LPTK
selama setahun pula. “Kemudian mereka akan langsung kiprah dan langsung
tersertifikasi,” jelas dia.
Sementara itu, Ketua LPTK
se-Indonesia Djaali mengungkapkan, 230 sarjana pendidikan akan dilepas
secara simbolis di Gedung D Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan
Tinggi (Kemenristekditi), Senayan, Jakarta, Selasa (18/8). “Mereka yang
hadir saat ini mewakili 3140 SM-3T lainnya,” tegasnya.
Seperti
diketahui, Kemenristekdikti melepas sejumlah para sarjana pendidikan
SM-3T angkatan V. Pelepasan ini diselenggarakan di Gedung D Kementerian
Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekditi), Senayan,
Jakarta, Selasa (18/8).
Pada kesempatan yang sama, Sekretaris
Jenderal (Sekjen) Dikti, Ainun Naim mengatakan, para SM-3T akan
mendapatkan tunjangan khusus. Selain itu, ia juga mengungkapkan
Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Dirjen GTK) berencana
akan memberikan pelayanan perumahan kepada para SM-3T. Menurutnya, upaya
ini merupakan kerjasama dengan salah satu bank di Indonesia.